Kota Bejuta Mimpi
Cuplikan video klip "Pontianak Bejuta Mimpi" © Cinte Khatulistiwa Project

Sudah 200 tahun lebih Kota Pontianak berdiri, dengan segala ragam etnis budaya, kuliner dan harmoni kehidupan sosial masyarakatnya. Perayaan hari jadi Kota Pontianak yang ke-246 pada 23 Oktober 2017 lalu, dengan bangga para musisi asal Pontianak yang sukses di kancah nasional mempersembahkan karya bertajuk #CinteKhatulistiwaProject, berkolaborasi dengan sejumlah seniman dan anak muda lokal berbakat menciptakan sebuah lagu berjudul “Pontianak Bejuta Mimpi”.

Vokalis grup band Govinda, yakni Muhammad Irfan Hadari alias Ifan Govinda sebagai pencipta sekaligus pelantun lagu “Pontianak Bejuta Mimpi” menyatakan bahwa karya ini bermula dari silaturahim para musisi yang merantau, mengadu nasib dan memutuskan untuk hidup dan menghidupi di daerah lain. Didorong dengan besarnya kecintaan, kerinduan terhadap tanah kelahiran, kampung halaman.

Lagu yang menceritakan perasaan manusia yang lahir ataupun hanya sekedar singgah di Kota Pontianak, akan memiliki kerinduan pada setiap sisi yang bertabur kenangan, suasana, tempat berkumpul keluarga dan sahabat. Beragam macam kuliner yang membuncahkan kerinduan akan Kota Pontianak. Ifan menyatakan seperti layaknya sebuah ungkapan masyarakat Pontianak: “barang siape minom aek Kapuas, die akan balek agik ke sini, ke Kote Pontianak”, dilansir dari armand-equator.

Masjid Jami, Tugu Khatulistiwa, Digulis Pontianak (© kompasiana.com)

Semua elemen yang ada di Kota Pontianak menjadi sasaran utama dalam pembuatan video klip. Beberapa tempat ikonik, seperti Masjid Jami Abdurrahman, Masjid Raya Mujahidin, Katedral, Alun-alun Kapuas, Tugu Khatulistiwa, Digulis, Pasar Flamboyan, Sungai Kapuas, Kelenteng serta warung kopi. Semua yang berbau Pontianak, tidak hanya tempat-tempatnya, termasuk juga rumah zapin yang membudayakan corak insang, tarian tradisional, seni bela diri dan tak ketinggalan ragam kuliner yang menggugah selera.

Adapun musisi yang terlibat dalam karya #CinteKhatulistiwaProject ini meliputi Amer Fikri/Avanindra (guitarist-arranger) dan Hendri Lamiri/Arwana (violinist). Ada juga Andi Irfanto/Captain Jack-Stars & Rabbits (drummer), Mc Anderson Ajung/Sidepony (guitarist), Tambie Pocaro/D’Jons (bassist) dan segenap insan musik, videografi, fotografi, tari, komedian, tata busana dan sebagainya. Menggandeng empat production house, yakni Tujuh Semut, Owl Films, Haldream dan Vkids.

Musik yang mengiringi “Pontianak Berjuta Mimpi” juga menggunakan alat musik tradisional seperti akordeon, sapek dan tar atau rebana. Tak hanya musisi asal Pontianak, juga terlibat musisi nasional diantaranya music director oleh Alvin Lubis, co music director oleh Amer Fikri, vocal director oleh Irvan Nat, backing vocal oleh Ebby dan akordeon dari Windy Setiadi, mixing oleh Asmoro Jati dan mastering oleh Hok Laij.

Desain Pontianak Bejuta Mimpi (© @cintekhatulistiwaproject)

#CinteKhatulistiwaProject menjadi kado spesial untuk ulang tahun Kota Pontianak.  Menjadi salah satu bukti kecintaan masyarakat Pontianak terhadap tanah kelahirannya. Dapat menyebarkan dampak positif dan manfaat bagi yang menyaksikan. Karya visual yang menginisiasi kepada anak muda Pontianak untuk terus menjadi bagian dalam memajukan Kota Khatulistiwa tercinta. Bejuta Mimpi yang tertulis dan diikrarkan semoga dapat segera terwujud, untuk Pontianak, untuk Indonesia. Pontianak Bejuta Mimpi, Bejuta Aksi, Bejuta Kolaborasi.

Cuplikan video klip "Pontianak Bejuta Mimpi", yang bersumber dari channel youtube Cinte Khatulistiwa Project:


Sumber: (armand-equator.blogspot.co.id | pontinesia.com)

Pilih Bangga Bangga 33%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 33%
Pilih Terpukau Terpukau 33%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu

ARTIKEL TERKAIT